Bungo – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim 0416/Bute di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Muko Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, resmi ditutup setelah berlangsung kurang lebih satu bulan, terhitung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, Kasiintel Kasrem 042/Gapu Kolonel Ali Cahyono, S. Kom., M. Tr.Han, Kasiren Kasrem 042/Gapu Kolonel inf Heru Gunadi, S.I.P, Kasiter Kasrem 042/Gapu Kolonel Kav Endi Siswanto, jajaran Forkopimda Kabupaten Bungo, para Kepala OPD, perwakilan BUMN, BUMD, pihak swasta, serta perwakilan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Penanggung Jawab Operasional (PJO) TMMD Ke-129 TA 2026, Kamis (13/08/2026)
Mengawali amanatnya, Kasad menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pemerintah daerah, personel Satgas TMMD, instansi terkait, mitra TNI AD, serta seluruh masyarakat atas dukungan dan kerja sama sehingga pelaksanaan TMMD dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kasad menegaskan, TMMD merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat melalui pendekatan lintas sektoral. Selama kurang lebih satu bulan, prajurit TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat berbaur dalam semangat gotong royong untuk mempercepat pembangunan dan membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat.
Menurut Kasad, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari hasil pembangunan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas, perekonomian, kesehatan, kemandirian, dan kesejahteraan.
Pelaksanaan TMMD Ke-129 TA 2026 juga disinergikan dengan lima program unggulan TNI AD, yaitu Ketahanan Pangan, TNI Manunggal Air, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni dan MCK, percepatan penurunan stunting, serta Bersatu dengan Alam. Integrasi tersebut menjadi upaya terpadu untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kasad juga menekankan bahwa pembangunan bukan hanya membangun sarana, tetapi juga membangun sumber daya manusia menuju masyarakat yang sehat, berpengetahuan, terampil, dan mampu mengembangkan potensi wilayah.
Menutup amanatnya, Kasad mengingatkan bahwa berakhirnya TMMD bukan berarti berakhirnya kepedulian. Pemerintah daerah, satuan kewilayahan, dan masyarakat diharapkan terus menjaga hasil kegiatan serta melestarikan semangat gotong royong yang telah terbangun.
“Jadikan pengalaman bersama masyarakat sebagai pengingat bahwa prajurit TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan mengabdikan diri bagi kepentingan rakyat.”
Kasad juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi seluruh prajurit Satgas TMMD serta permohonan maaf apabila selama pelaksanaan tugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati masyarakat.
(Ismar)

