BUNGO – Suasana semarak dan penuh kehangatan mewarnai upacara Penutupan Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0416/Bute. Sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan tradisi melayu Jambi, para tamu kehormatan disambut dengan penampilan Tari Sekapur Sirih di lapangan lokasi penutupan TMMD, Pada Kamis (13/08/2026).
Tampak para penari yang mengenakan busana adat khas Melayu berwarna hitam berhiaskan sulaman emas serta hiasan kepala yang khas memperagakan gerakan gemulai di atas karpet yang telah disediakan. Gerakan tari yang lembut dan syarat makna tersebut menjadi penanda ucapan selamat datang serta penghormatan setinggi-tingginya kepada rombongan jajaran pejabat TNI, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat yang hadir.
Para tamu kehormatan tampak berdiri dinaungi payung kebesaran berwarna kuning cerah, menyaksikan prosesi penyambutan adat tersebut dengan khidmat sebelum menuju mimbar utama upacara.
Makna Tradisi dan Sinergi
Tari Sekapur Sirih merupakan tarian tradisional kebanggaan masyarakat Jambi yang kerap dibawakan untuk menyambut tamu-tamu agung. Penyerahan sirih dan pancingan kehangatan dalam tarian ini mengartikan ketulusan hati, rasa terima kasih, serta keterbukaan masyarakat dalam menerima kedatangan para pemimpin dan Satgas TMMD.
Rangkaian acara penyambutan adat ini menambah keharmonisan dalam momentum penutupan TMMD Kodim 0416/Bute, yang selama beberapa pekan terakhir telah sukses melaksanakan berbagai program kemanunggalan TNI bersama rakyat, baik pengerjaan infrastruktur fisik maupun kegiatan non-fisik.
Ketua panitia penyelenggara menyampaikan bahwa pelibatan unsur seni budaya lokal dalam upacara penutupan ini bertujuan untuk terus melestarikan kearifan lokal sekaligus mempererat tali silaturahmi antara prajurit TNI dan warga masyarakat setempat.
Secara keseluruhan, rangkaian prosesi penyambutan hingga upacara penutupan TMMD Kodim 0416/Bute berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan.
(Ismar)

