Ming. Okt 4th, 2026

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Tinjau Hutan Desa dan Lubuk Larangan di Bungo

PALUPINEWS.COM, BUNGO – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Senin (28/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli meninjau langsung pengelolaan hutan desa di Lanskap Bujang Raba, Kecamatan Bathin III Ulu.

Kunjungan tersebut turut didampingi Gubernur Jambi Al Haris, Dirjen Kehutanan, serta disambut Bupati Bungo H. Dedy Putra bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bungo.

Salah satu agenda utama adalah meninjau pengelolaan Lanskap Bujang Raba yang mencakup lima hutan desa. Kawasan tersebut dikembangkan dengan pendekatan pengelolaan hutan berbasis masyarakat, termasuk melalui skema jasa lingkungan dan program karbon.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, pengelolaan Lanskap Bujang Raba menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan.

Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kawasan hutan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi pengelolaan Lanskap Bujang Raba yang melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan. Menurutnya, keberadaan hutan desa tidak hanya berkaitan dengan upaya mempertahankan kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.

Raja Juli menilai praktik pengelolaan hutan yang dilakukan masyarakat Desa Lubuk Beringin menunjukkan adanya hubungan antara kelestarian alam, kearifan lokal, dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

“Lanskap Bujang Raba ini patut menjadi contoh,” ujar Raja Juli Antoni saat berdialog dengan masyarakat setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli juga melihat langsung keberadaan lubuk larangan di Dusun Lubuk Beringin. Ia mendapat penjelasan mengenai aturan masyarakat dalam menjaga kawasan sungai dan sumber daya ikan agar tetap lestari.

Menurut Raja Juli, praktik seperti lubuk larangan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem. Pengelolaan berbasis masyarakat tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pemerintah dalam mendorong perhutanan sosial dan kelestarian lingkungan.

Kunjungan ke Lanskap Bujang Raba juga menjadi kesempatan bagi Menteri Kehutanan untuk melihat perkembangan program karbon berbasis masyarakat. Kawasan tersebut menjadi salah satu contoh pengelolaan hutan yang menghubungkan upaya menjaga tutupan hutan dengan potensi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Raja Juli menegaskan pemerintah akan terus mendorong pengelolaan hutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga fungsi ekologis kawasan.

“Yang paling penting adalah bagaimana hutan tetap terjaga dan masyarakat yang berada di sekitarnya juga mendapatkan manfaat,” ujar Raja Juli. (adv)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *